Tampilkan postingan dengan label PC. Tampilkan semua postingan


Komputer personal atau PC (Personal Computer) sudah banyak dimiliki oleh perorangan, tidak hanya di kalangan kantor saja. Anda pun mungkin sekarang sedang mempertimbangkan apakah akan membeli komputer siap pakai atau merakitnya sendiri. Keuntungan merakit komputer sendiri adalah Anda bebas menentukan komponen yang akan Anda pasang sesuai dengan kebutuhan dan bisa menekan biaya. Kekurangannya, dibutuhkan kemampuan teknis dan keberanian untuk melakukannya.    

Merakit komputer sebenarnya termasuk mudah. Komponen-komponen komputer /perangkat keras rata-rata sudah terstandarisasi, sehingga kecil kemungkinan Anda salah saat menempatkan / menancapkan sebuah komponen ke tempat yang tersedia. Hal ini membuat aktivitas merakit komputer semudah merakit mebel :). Yang penting, Anda mengenal jenis dan fungsi perangkat keras yang ada di sebuah komputer.
Secara umum, komputer terdiri dari komponen-komponen dengan fungsi masing-masing, yang saling bekerja sama membentuk sistem yang utuh. Pada dasarnya, komponen penyusun komputer terdiri dari:         

1.    Perangkat input: fungsinya menerima data dan memasukannya ke dalam komputer.
2.    Perangkat CPU: fungsinya mengatur semua aktivitas yang terjadi di komputer.
3.    Perangkat memori: fungsinya untuk menyimpan data dan program.
4.    Perangkat output: fungsinya menampilkan hasil pengolahan data komputer.

Adapun komponen-komponen yang harus Anda persiapkan adalah:

1.   Motherboard, yaitu papan sirkuit utama di komputer. Motherboard lazim disebut juga mainboard, baseboard, systemboard, atau disingkat sebagai mobo. Fungsinya menjadi pusat koneksi komponen-komponen lain di komputer.
2.   Prosesor / Mikroprosesor, yaitu otak komputer Anda. Contoh yang terkenal adalah prosesor Intel dan AMD (Advanced Micro Devices).
3.   Random Access Memory (RAM) atau sering disebut sebagai memori. Fungsinya untuk penyimpanan sementara bagi data dan proses di komputer yang sedang berjalan.
4.   Hard Disk, fungsinya sebagai media penyimpanan data dan program komputer.
5.   Layar Monitor atau Display, fungsinya untuk menampilkan gambar.
6.   Keyboard komputer, fungsinya untuk menginputkan perintah ke komputer.
7.   Mouse, fungsinya sebagai penggerak pointer untuk menunjukkan lokasi tertentu di layar monitor, sekaligus sebagai alat untuk menginput perintah ke komputer.
8.   I/O Card, fungsinya menyediakan antarmuka untuk piranti masukan maupun piranti keluaran ke komputer. Contoh yang populernya adalah USB.
9.   CD/DVD ROM Drive atau Drive Optik, fungsinya untuk membaca file yang terdapat dalam media CD atau DVD, termasuk untuk instalasi software komputer nantinya.
10.    Sound Card, berfungsi untuk memasukkan dan mengeluarkan suara ke dan dari program komputer.
11.    Video Card atau VGA Card, fungsinya untuk membuat dan menampilkan gambar di layar.
12.    Casing komputer, berfungsi sebagai tempat dan pelindung komponen komputer.
13.    Power Supply, berfungsi sebagai penyedia daya untuk komponen-komponen komputer lainnya.
14.    Kipas komputer, berfungsi untuk pendinginan komputer.
Selain komponen utama di atas, ada beberapa perangkat tambahan yang bisa Anda lengkapi belakangan, antara lain:  

1.    Speaker komputer, agar Anda bisa menikmati lagu dari komputer.
2.    Mikrofon, agar Anda bisa merekam atau menginput suara ke komputer.
3.    Modem, agar Anda bisa berinternet.
4.    TV Tuner, agar Anda bisa menyaksikan siaran televisi dari layar komputer.
5.    Network Card atau kartu jaringan, agar Anda bisa terhubung ke komputer lain via jaringan komputer.
6.    Printer, agar Anda bisa mencetak.
7.    Scanner, agar Anda bisa mengambil data gambar dan menyimpannya sebagai file komputer.
8.    Disk Drive, agar Anda bisa mengambil data dari disket (kemungkinan ini sudah tidak kita perlukan).
Setelah komponen utama tersedia, Anda siap melakukan perakitan PC. Satu-satunya senjata andalan untuk merakit komputer adalah sebilah obeng.

1.    Buka casing komputer. Buka penutupnya dan tidurkan agar mudah dalam menempatkan komponen lainnya. Buka/congkel lubang-lubang port di bagian belakang casing agar nantinya komponen lain dapat ditancapkan ke motherboard.
2.    Pasang Power Supply ke dudukan yang tersedia di casing.
3.    Pasang motherboard. Terlebih dahulu tempatkan penyangga motherboard, kemudian pasang motherboard dan kencangkan dengan sekrup. Selanjutnya sambungkan Power Supply ke motherboard.
4.    Pasang prosesor. Buka pengait soket prosesor di motherboard, lalu pasangkan prosesor ke slotnya dengan hati-hati. Pasang kembali pengaitnya dan tidak usah menekan prosesor.
5.    Pasang kipas komputer. Posisinya di dekat prosesor.
6.    Pasang memori. Pastikan posisinya tidak terbalik dengan memperhatikan letak lubang di memori. Tekan di kedua ujung agar terkunci.
7.    Pasangkan kartu-kartu lainnya, seperti VGA card, sound card, network card. Pastikan posisi luarnya terlihat sehingga tidak kesulitan saat menancapkan kabel-kabel ke port tersebut. Kencangkan masing-masing port dengan sekrup agar tidak goyah.
8.    Pasang Harddisk dan CD/DVD Drive di tempatnya. Sambungkan keduanya dengan kabel data IDE dan kabel power supply. Kencangkan sekrupnya agar tidak goyang saat komputer dipindah-pindah.
9.    Tutup kembali casing komputer. Kencangkan dengan sekrup.
10.   Terakhir, hubungkan kabel-kabel ke monitor, keyboard, mouse, jaringan (jika ada), speaker (jika ada), dan tentunya ke instalasi listrik.

Tes apakah komputer sudah berfungsi, saatnya menekan tombol power. Jika komputer sudah bisa menampilkan BIOS (biasanya berupa tampilan menu berwarna biru), maka kemungkinan besar Anda telah berhasil merakit komputer. Kini tinggal menginstal sistem operasi dan melengkapinya dengan program-program lain sesuai kebutuhan.     

Sepertinya memang mudah. Tapi jika masih ragu, pastikan Anda bertanya ke toko komputer tempat Anda membeli komponen-komponen komputer, apakah pilihan-pilihan komponen Anda sudah sesuai dan kompatibel satu sama lainnya. Terutama mengenai pilihan motherboard, prosesor, dan memori-nya. Berani mencoba?


This article taken from http://www.komputeran.com/


Perkembangan teknologi komputer sangat cepat, baik dari sisi perangkat keras komputer maupun sisi perangkat lunak komputer. Dua sisi ini saling terkait, software baru biasanya memerlukan hardware yang baru juga, dalam artian dengan spesifikasi teknis yang dapat memenuhi persyaratan dari software baru tersebut. Demikian sebaliknya, hardware terkini kadang tidak mau berkompromi dengan software tertentu yang tidak up to date. Kita sebagai pengguna komputer PC (Personal Computer) biasanya juga selalu ingin mencoba dan memiliki perangkat lunak maupun perangkat keras terbaru. Ujung-ujungnya, kita perlu merogoh kantong lagi agar bisa menikmati piranti komputer termutakhir.
Nah, jika Anda memang berencanakan mengganti piranti komputer Anda dengan yang baru, berikut ini tips untuk membandingkan harga sebelum membeli komputer PC.

Desktop atau Laptop?  
Tentukan apakah Anda akan memilih model PC desktop atau laptop. Dengan generasi dan spesifikasi teknis yang sama (prosesor, memori/ram, harddisk, dan sebagainya), biasanya PC desktop lebih handal dan tahan lama, namun laptop memang memiliki kelebihan mudah dibawa ke mana-mana. Kalo untuk di rumah atau di kantor, lebih baik pilih PC desktop. Kalo untuk kuliah atau berbisnis, pilih saja laptop. Anda juga dapat membandingkan harga dan spesifikasi teknisnya melalui cara-cara di bawah.

Generasi Terbaru atau Sebelumnya?       
Kadang, komputer keluaran terbaru sebenarnya 'belum' Anda perlukan. Bandingkan harga PC generasi terbaru dengan harga PC satu generasi sebelumnya, demikian juga perbedaan spesifikasinya. Jika spek tidak terpaut jauh namun harga sangat berbeda, tidak ada salahnya Anda mengambil satu generasi sebelumnya. Misalnya Anda bisa membandingkan core prosesornya apakah Intel Core i3, i5, atau i7, juga besar memori dan harddisknya.   

Jangka Waktu Pemakaian     
Pikirkan dahulu apakah Anda suka gonta-ganti komputer atau memang membutuhkannya untuk dipakai dalam waktu yang lama. Jika ingin memakainya dalam jangka waktu yang panjang, mungkin komputer dengan terknologi terbaru bisa Anda pilih meskipun sedikit mahal. Kalo sekedar suka gonta-ganti PC, buat apa beli mahal-mahal, toh baru dipakai sebentar juga sudah jadi barang second yang harga jualnya juga turun drastis.  

Beli Baru atau Bekas?  
Bandingkan harga PC baru dan bekas dengan spesifikasi teknis yang sama, terutama jika Anda memutuskan mencari satu generasi sebelum komputer generasi terbaru. Jika Anda jeli, kadang produk terbaru juga sudah ada yang menjual second. Anda bisa membuktikan ini dengan mencari di situs-situs iklan populer seperti yang dijelaskan berikutnya. Bisa jadi memang produk tersebut kurang memuaskan, atau sang pemilik sebelumnya sedang 'butuh uang' sehingga melego barang yang baru dibelinya :).   

Pilih Merek Apa?
Ada banyak merek komputer desktop yang akan membuat Anda bingung. Harga dan speknya juga bersaing ketat. Secara umum, kategori harga komputer berdasarkan brand alias merk-nya bisa kita bagi menjadi 3. Kelas atas, menengah, dan bawah. Kelas atas harganya berkisar di atas 10 juta, kelas menengah antara 10 juta - 5 jutaan, dan kelas bawah harganya di bawah 5 jutaan. Merek apa saja itu? silakan periksa dengan cara di poin berikutnya. Jika budget bukan masalah, ya pilih kelas atas yang jelas dikenal handal produk-produknya. Untuk kelas menengah dan bawah, spek dan harga bersaing ketat, tinggal adu tenar dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi untuk amannya, sebaiknya Anda tetap memilih minimal yang kelas menengah. 

Cari Informasi di Internet     
Cara tercepat dan paling mudah dalam membandingkan harga komputer adalah melalui internet. Anda dapat berkunjung ke situs-situs belanja, khususnya toko komputer online. Beberapa contoh situs populer di antaranya adalah 
bhinneka.com, jakartanotebook.com, fastncheap.com,dan manggaduakomputer.com. Cari tahu juga apakah ada yang memberikan harga khusus atau diskon. Untuk survey harga baru dan bekas, Anda dapat mencari di situs-situs periklanan seperti tokobagus.com, berniaga.com atau blibli.com. Anda juga dapat menggunakan mesin pencari untuk menelusuri testimoni, komentar, atau ulasan orang lain mengenai produk komputer tersebut. Siapa tahu, di balik harganya yang murah, produk terbaru tersebut ternyata memiliki kelemahan tertentu seperti yang disampaikan orang-orang di internet.     

Cari Brosur di Pusat Perbelanjaan Elektronik   
Jika Anda kurang puas dengan data dari internet atau tidak merasa nyaman berbelanja secara online, coba jalan-jalan ke pusat perbelanjaan di kota Anda. Biasanya ada satu blok toko komputer di mall tertentu, atau barangkali pas ada pameran komputer. Kumpulkan brosur-brosur yang mereka sediakan. Tidak ada salahnya Anda tanya-tanya dulu tanpa harus membeli.    

Tanya Teman dan Tetangga  
Jika Anda masih belum puas atau kurang pede dengan hasil riset Anda, coba tanyakan pendapat teman atau tetangga Anda mengenai produk komputer yang Anda maksudkan. Syukur-syukur jika di antara mereka ada yang sudah memilikinya, Anda mungkin tinggal mengamini dan mengikuti apa kata mereka.         

Setelah memperoleh data perbandingan harga, baik desktop maupun laptop, PC terbaru atau satu generasi sebelumnya, barang baru atau bekas, dan sebagainya, Anda tinggal menyesuaikan dengan isi kantong Anda. Pilih opsi terbaik yang bisa dijangkau dengan budget Anda. Selamat berbelanja komputer.

This article taken from http://www.komputeran.com/
Welcome to My Blog and Visit...

- Copyright © IDBS: Islamic Digital Boarding School